Dokter gigi yang tertarik menulis

Showing posts sorted by relevance for query fmea kesehatan gigi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query fmea kesehatan gigi. Sort by date Show all posts

Monday, 20 May 2019

FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA) RUANG KESEHATAN GIGI & MULUT (Contoh FMEA)

I. Gambar Alur Proses (SOP) Yang Akan di Analisis :



II. Identifikasi Failure Modes :

No
Tahapan Kegiatan Pada Alur Proses
Failure Modes
1.
Pra pelayanan :
1.   Pasien datang                                        

2.   Pemanggilan pasien




        1.     Salah identifikasi
        2.     Pasien tidak dengar saat dipanggil
        3.     Salah ruang pemeriksaan
2.
Pelayanan :
3.   Anamnesa, pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, suhu
4.   Pemeriksaan dokter


        4.     Resiko kegagalan anamnesa
        5.     Resiko salah pemeriksaan


3.
Paska peracikan obat :
5.   Penyerahan surat rujukan
6.   Pemberian stempel Puskesmas


       6.     Surat rujukan pasien belum distempel         Puskesmas
       7.     Resep dari dokter belum ditukar obat         di apotek Puskesmas



III. Tujuan Melakukan Analisis FMEA :

1.      Meminimalkan resiko dari pelayanan pemeriksaan di ruang kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas
2.      Mengetahui penyebab terjadinya insiden yang kemungkinan bisa terjadi
3.      Merumuskan kemungkinan – kemungkinan yang bisa menjadi penyebab terjadinya insiden             keselamatan pasien
4.      Merumuskan pemecahan – pemecahan atau solusi dan rencana tindak lanjut terhadap insiden keselamatan pasien yang kemungkinan bisa terjadi (bisa berpotensial menimbulkan cidera).





V. Menetapkan Cut Off Point

Modus kegagalan/ kesalahan
RPN
Kumulatif
Presentase Kumulatif
Keterangan
Salah identitas
256
256
29 %

Salah pemeriksaan
162
418
47,3 %

Kegagalan anamnesa dan pemeriksaan vital sign
144
562
63,6 %

Salah ruang pemeriksaan
125
687
77,7 %
Cut off point
Pasien tidak dengar saat dipanggil
81
768
86,8 %

Rujukan pasien belum di stempel
80
848
96 %

Resep obat belum ditukar di apotek Puskesmas
36
884
100 %


Berdasarkan perhitungan RPN dan perhitungan dalam menentukan cut off point, didapatkan 4 modus kegagalan yang harus ditindak lanjuti dengan solusi yaitu :
1.     Salah identitas
2.     Salah pemeriksaan
3.     Kegagalan anamnesa dan pemeriksaan vital sign
4.     Salah ruang pemeriksaan


VI. PELAKSANAAN

          1.  Dilakukan perbaikan SOP alur pelayanan ruang kesehatan gigi & mulut
          2.   Dilakukan sosialisasi SOP alur pelayanan ruang kesehatan gigi & mulut yang baru
          3.  Pembinaan dan peningkatan kapasitas petugas (Dokter dan perawat)
           4.  Dilakukan kalibrasi alat secara berkala




Pada artikel sebelumnya telah dibahas bagaimana Prosedur Melakukan FMEA

Sunday, 3 December 2017

FMEA Unit Layanan Laboratorium di Puskesmas (Contoh Kasus)


FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA)
UNIT LAYANAN LABORATORIUM


Gambar Alur Proses (SOP) Yang Akan di Analisis:



  1. Identifikasi Failure Modes :
No
Tahapan Kegiatan Pada Alur Proses
Failure Modes
1.
Pra Analitik :
        1. Penerimaan blangko pemeriksaan

        1. Petugas memanggil pasien untuk identifikasi
        2. Informed consent

        1. Pelabelan
        2. Pengambilan sampel

  1. Salah identifikasi
  2. Salah permintaan pemeriksaan
  3. Salah identifikasi
  4. Pasien menolak pengambilan sampel
  5. Pasien salah tanda tangan
  6. Salah label
  7. Salah sampel
2.
Analitik :
        1. Pemeriksaan
        2. Validasi

  1. Salah pemeriksaan
  2. Salah pembacaan
3.
Paska Analitik :
        1. Pencatatan
        2. Pemanggilan

  1. Salah pencatatan
  2. Salah orang


  1. Tujuan melakukan analisis FMEA:
1.      Meminimalkan resiko dari pelayanan laboratorium di Puskesmas
2.      Mengetahui penyebab terjadinya insiden yang kemungkinan bisa terjadi
3.      Merumuskan kemungkinan – kemungkinan yang bisa menjadi penyebab terjadinya insiden
4.      Merumuskan pemecahan – pemecahan atau solusi dan rencana tindak lanjut terhadap insiden keselamatan pasien yang kemungkinan bisa terjadi (bisa berpotensial menimbulkan cidera.







      
Berdasarkan perhitungan RPN dan perhitungan dalam menentukan cut off point, didapatkan 4 modus kegagalan yang harus ditindak lanjuti dengan solusi yaitu :
        1. Salah identifikasi (penerimaan blangko)
        2. Salah pencatatan
        3. Salah identifikasi (petugas memanggil pasien)
        4. Salah permintaan pemeriksaan
  1. PELAKSANAAN
  • Dilakukan perbaikan SOP alur pelayanan laboratorium
  • Dilakukan sosialisasi SOP alur pelayanan laboratorium yang baru



Gambar Alur  (SOP) Laboratorium yang Telah dilakukan FMEA




Pada artikel sebelumnya telah dibahas bagaimana Prosedur Melakukan FMEA

FMEA Ruang FarmasiFMEA Loket Pendaftaran & FMEA Ruang Kesehatan Gigi

Sunday, 6 May 2018

FMEA UNIT LAYANAN PENDAFTARAN DI PUSKESMAS (CONTOH KASUS)




FMEA UNIT LAYANAN PENDAFTARAN DI PUSKESMAS (CONTOH KASUS)

 Gambar Alur Proses Yang Akan di Analisis:






I.                    Identifikasi Failure Modes :
No
Tahapan Kegiatan Pada Alur Proses
Failure Modes
1.
Pra Pendaftaran :
1.   Pasien mengambil nomer antrian


2.   Petugas memanggil pasien sesuai dengan nomer urut antrian


1.     Mengambil nomer antrian lalu pulang
2.     Salah mengambil jenis nomer antrian (nomer antrian sesuai usia/pelayanan yang dituju)
3.     Pasien tidak ada saat dipanggil
2.
Pendaftaran :
3.   Petugas melakukan identifikasi pasien
4.   Petugas menanyakan & meminta identitas pasien

4.     Salah identifikasi pasien yang akan berobat
5.     Pasien tidak membawa KTP/kartu berobat (pasien lama)
6.     Pasien tidak membawa kartu BPJS untuk pasien baru
3.
Paska Pendaftaran :
5.   Petugas memberi stempel ruang/unit layanan yang dituju


7.     Salah stempel ruang

II.             Tujuan melakukan analisis FMEA:
1.      Meminimalkan resiko dari pelayanan loket pendaftaran di Puskesmas
2.      Mengetahui penyebab terjadinya insiden yang kemungkinan bisa terjadi
3.      Merumuskan kemungkinan – kemungkinan yang bisa menjadi penyebab terjadinya insiden





Berdasarkan perhitungan RPN dan perhitungan dalam menentukan cut off point, didapatkan 4 modus kegagalan yang harus ditindak lanjuti dengan solusi yaitu :

1.     Pasien mengambil nomer antrian lalu pulang
2.     Salah stempel tanggal pada lembar status (pelayanan yang di tuju) di rekam medik pasien
3.     Pasien salah mengambil jenis nomer antrian (nomer antrian sesuai usia/pelayanan yang dituju)
4.     Pasien tidak ada saat nomer antrian nya dipanggil

V.             PELAKSANAAN
-          Dilakukan perbaikan SOP alur pelayanan pendaftaran
-          Dilakukan sosialisasi SOP alur pelayanan pendaftaran yang baru
-          Dibuat keterangan tentang jenis antrian di sebelah nomer antrian


GAMBAR ALUR (SOP) PENDAFTARAN YANG TELAH DILAKUKAN FMEA



Pada artikel sebelumnya telah dibahas bagaimana Prosedur Melakukan FMEA





INDIKATOR MUTU PUSKESMAS (INM, IMPP, IMPEL)

  ·          Indikator mutu adalah tolok ukur yang digunakan untuk menilai keberhasilan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kese...