Dokter gigi yang tertarik menulis

Tuesday, 19 April 2022

MUCOCELE ATAU MUKOSEL RONGGA MULUT

Apa itu mucocele?

Mucocele adalah benjolan di bibir bagian dalam, yang sewarna dengan lapisan kulit bibir bagian dalam atau bisa juga berwarna merah kebiruan. Benjolan di bibir yang disebabkan oleh mucocele, memiliki konsistensi lunak karena dalamnya berisi cairan.

Kondisi ini bisa muncul karena tersumbatnya kelenjar air liur di mulut. Pada kondisi normal, air liur akan mengalir dari kelenjar air liur menuju ke rongga mulut, melalui saluran kecil yang dinamakan ductus. Apabila saluran ini mengalami sumbatan atau kerusakan, lama kelamaan air liur akan menumpuk di satu area, sehingga menimbulkan benjolan.



Mucocele umumnya muncul di bibir bagian bawah. Namun sebenarnya, benjolan ini bisa muncul di semua area rongga mulut. Mucocele umumnya terlihat seperti pembengkakan berbentuk kubah, berwarna kebiruan, translusen, menonjol, tidak terasa sakit, dan berdiameter <1 cm. Lesi atau benjolan mudah pecah serta mengeluarkan aliran mukous yang asin dan encer, dan sering timbul kembali. 

Ada beberapa hal yang bisa memicu kerusakan atau penyumbatan pada saluran air liur, di antaranya :

  •          Kebiasaan menggigit atau mengisap bibir bawah
  •          Cedera atau trauma yang dialami rongga mulut, seperti terbentur bola basket atau kecelakaan
  •          Pemasangan anting yang tajam atau tindik di bibir
  •          Ada bagian gigi yang tajam dan terus menusuk – nusuk bibir maupun pipi bagian dalam

Benjolan di bibir ini meskipun tidak menimbulkan rasa nyeri tetapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mococele bukanlah kondisi yang berbahaya. Untuk penanganan bila mucocele tidak terasa sakit dan kecil, cukup diobservasi saja, bila sebaliknya bisa dilakukan cryosurgery atau eksisi.



Thursday, 19 August 2021

Mengenal Vaksin COVID - 19 Moderna

Vaksin adalah sediaan biologis yang bila diberikan kepada seseorang akan meningkatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin biasanya berisi antigen berupa mikroorganisme yang dilemahkan atau sudah mati, masih utuh atau sebagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lain.

Vaksin digunakan dalam proses imunisasi dengan cara bekerja merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali bahan tersebut sebagai benda asing, kemudian vaksin tersebut dihancurkan oleh tubuh dan tubuh kemudian akan memiliki ingatan itu sehingga sistem kekebalan tubuh lebih mudah dapat mengenali dan menghancurkan mikroorganisme sejenis ini jika suatu saat masuk ke tubuh.

Mengenal Vaksin Moderna sebagai vaksin Covid - 19 yang saat ini telah mulai dipakai di Indonesia setelah sebelumnya dan saat ini juga masih tetap digunakan yaitu sinovac, Bio Farma, Astra Zeneca dan Sinopharm.

Selain diperuntukan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan, vaksin moderna juga diberikan kepada masyarakat umum. Berbeda pemberian untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan yang digunakan sebagai vaksin booster, untuk masyarakat umum vaksin moderna digunakan sebagai vaksin dosis 1 dan dosis 2.

Vaksin Moderna merupakan Vaksin Moderna adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS - CoV- 2 atau Covid - 19. Vaksin moderna merupakan jenis vaksin mRNA (messenger RNA). Vaksin ini tidak menggunakan virus yang dilemahkan atau dimatikan, melainkan menggunakan komponen materi genetik yang membuat sistem kekebalan tubuh memproduksi spike protein. 



Bagaimana Cara Kerja Vaksin Moderna

Ketika tubuh mendapatkan vaksin Moderna (Vaksin mRNA), maka mRNA ditangkap oleh sel imun yang kemudian akan mengarahkan sel imun tersebut untuk memproduksi protein lonjakan. Protein ini merupakan protein yang menyusun bagian dari permukaan virus corona. Selanjutnya, setelah sel imunitas tubuh mengenal komponen tersebut, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan antibodi yang spesifik untuk melawan virus corona.

Mengenai Keamanan & Kehalalan Vaksin Moderna 

  • Vaksin Covid - 19 Moderna sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) RI
  • Menurut Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) dan MUI, vaksin Moderna aman dan suci untuk digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Cara Pemberian Vaksin Moderna

Pemberian vaksin moderna dilakukan dengan penyuntikan intramuskular (IM) di lengan atas dengan dosis pemberian sebanyak 0.5 ml. Dan interval pemberian antara dosis pertama ke dosis kedua selama 28 hari.

Efikasi Vaksin Moderna

Berdasarkan penelitian efikasi (kemanjuran) vaksin moderna sebesar 94.1% dalam mencegah Covid - 19 mulai 2 minggu setelah pemberian vaksin dosis ke 2

Efek Samping Vaksin Moderna

Pemberian vaksin Moderna dapat menimbulkan efek samping mulai ringan hingga sedang. Gejala atau efek samping ini berlangsung selama 1 atau dua hari setelah mendapatkan suntikan dan hal ini digolongkan normal yang  menandakan bahwa tubuh sedang membangun kekebalan dan gejala ini akan hilang dalam beberapa hari.

Efek samping vaksin biasanya terasa ditempat suntikan / efek lokal, seperti :
  • Rasa Nyeri (92%)
  • Bengkak (14.7%)
  • Pembesaran Kelenjar (19.8%)
  • Kemerahan (10%)
Efek samping vaksin Moderna yang terasa di seluru tubuh, meliputi :
  • Kelelahan (70.8%)
  • Sakit Kepala (64.7%)
  • Nyeri Otot (61.5%)
  • Nyeri Sendi (46.4%)
  • Menggigil (45.4%)
  • Mual dan muntah (23%)
  • Demam (14.5%)



Monday, 16 August 2021

Mengenal Vaksin Moderna Sebagai Vaksin Pilihan Utana Untuk Booster Tenaga Kesehatan

Vaksin booster merupakan vaksin dosis tambahan yang bertujuan memberikan perlindungan ekstra terhadap penyakit karena efek dari beberapa vaksin yang dapat menurun seiring waktu. Pemberian vaksin booster akan membantu sistem kekebalan mengingat virus penyebab penyakit. Jika tubuh kembali terpapar virus tersebut, antibodi dapat mengenali dan membunuhnya sebelum menyebabkan kerusakan.

Vaksin booster Covid 19 di Indonesia saat ini yaitu berupa vaksin tambahan (vaksin dosis ke 3) yang diberikan setelah mendapatkan vaksinasi Covid 19 secara lengkap (vaksin dosis pertama & kedua).

Syarat lain untuk mendapatkan vaksin booster atau vaksin dosis ke 3 ini yaitu jarak antara vaksin dosis ke 2 dengan ke 3 minimal 3 bulan dan calon penerima dosis booster dalam 3 bulan terakhir belum pernah terkonfirmasi Covid 19.

Untuk vaksinasi dosis ke 3 atau dosis booster di Indonesia saat ini masih diperuntukan bagi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Diharapkan dengan vaksin booster ini tenaga kesehatan bisa memberikan perlindungan yang optimal sehinga tetap bisa memberikan pelayanan kesehatan dengan baik di tengah pandemi Covid 19. 

Mengapa saat ini vaksin booster masih diperuntukan hanya bagi tenaga kesehatan karena tenaga kesehatan dianggap sebagai kelompk paling rentan selama pandemi. 

Vaksin booster untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan menggunakan vaksin Moderna (vaksin mRNA). Bagi yang memiliki alergi & tidak boleh mendapatkan vaksin mRNA, bisa menggunakan vaksin yang sama dengan dosis pertama & kedua sebagai booster.


Mengenal Apa itu Vaksin Moderna 

Vaksin Moderna adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS - CoV- 2 atau Covid - 19. Vaksin moderna merupakan jenis vaksin mRNA (messenger RNA). Vaksin ini tidak menggunakan virus yang dilemahkan atau dimatikan, melainkan menggunakan komponen materi genetik yang membuat sistem kekebalan tubuh memproduksi spike protein. 

Bagaimana Cara Kerja Vaksin Moderna

Ketika tubuh mendapatkan vaksin Moderna (Vaksin mRNA), maka mRNA ditangkap oleh sel imun yang kemudian akan mengarahkan sel imun tersebut untuk memproduksi protein lonjakan. Protein ini merupakan protein yang menyusun bagian dari permukaan virus corona. Selanjutnya, setelah sel imunitas tubuh mengenal komponen tersebut, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan antibodi yang spesifik untuk melawan virus corona.

Mengenai Keamanan & Kehalalan Vaksin Moderna 

  • Vaksin Covid - 19 Moderna sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) RI
  • Menurut Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) dan MUI, vaksin Moderna aman dan suci untuk digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Efek Samping Vaksin Moderna

Pemberian vaksin Moderna dapat menimbulkan efek samping mulai ringan hingga sedang. Gejala atau efek samping ini berlangsung selama 1 atau dua hari setelah mendapatkan suntikan dan hal ini digolongkan normal yang  menandakan bahwa tubuh sedang membangun kekebalan dan gejala ini akan hilang dalam beberapa hari.

Efek samping vaksin biasanya terasa ditempat suntikan / efek lokal, seperti :
  • Rasa Nyeri (92%)
  • Bengkak (14.7%)
  • Pembesaran Kelenjar (19.8%)
  • Kemerahan (10%)
Efek samping vaksin Moderna yang terasa di seluru tubuh, meliputi :
  • Kelelahan (70.8%)
  • Sakit Kepala (64.7%)
  • Nyeri Otot (61.5%)
  • Nyeri Sendi (46.4%)
  • Menggigil (45.4%)
  • Mual dan muntah (23%)
  • Demam (14.5%)


Wednesday, 28 April 2021

Karang gigi atau dental calculus adalah plak yang telah mengeras karena mengalami kalsifikasi di permukaan gigi.

Plak sendiri merupakan lapisan tipis dan lengket yang terbuat dari kumpulan bakteri, kotoran dan sisa-sisa makanan. Lapisan ini terbentuk secara alami pada permukaan gigi secara terus - menerus.


Proses terbentuk karang gigi

Proses terbentuknya karang gigi dimulai dari adanya plak gigi, tekstur plak sangat lengket yang tidak bisa hilang dengan semprotan air bahkan terus menebal jika tidak segera dibersihkan dengan menyikat gigi atau dengan flossing (membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi) dan lama kelamaan plak tersebut akan terkalsifikasi (berikatan dengan kalsium) sehingga mengeras dan menjadi karang gigi. Karang gigi menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar dan menjadi tempat menempelnya plak kembali sehingga lama kelamaan semakin mengendap, terkalsifikasi kembali dan berlangsung terus menerus sehingga karang gigi semakin tebal.

Penyebab karang gigi

  • Kebersihan gigi & mulut yang kurang terjaga
  • Kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman yang banyak mengandung gula seperti permen, susu, minuman kemasan, minuman soda, kue.
  • Kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Memiliki kondisi mulut kering misalnya akibat efek samping obat - obatan, penyakit autoimun atau gangguan tiroid
  • Bertambahnya usia
  • Menggunakan kawat gigi
  • mempunyai kondisi gigi yang crowded / berdesakan / gingsul
  • Jarang minum air putih
Bahaya karang gigi

Keberadaan karang gigi bukan hanya mengganggu keindahan atau estetik gigi tetapi juga mengganggu kenyamanan mulut. Jika dibiarkan dalam waktu lama, karang gigi bisa menyebabkan kondisi mulut yang lebih membahayakan, antara lain :
  • Gigi Berlubang
Plak dan karang gigi merupakan tempat berkumpulnya banyak sekali bakteri yang bersifat asam. Bakteri ini dapat mengikis enamel atau email pada permukaan gigi. Jika tidak segera diatasi, maka kerusakan dapat bersifat permanen dimana gigi menjadi berlubang.
  • Radang Gusi (Gingivitis)
Kumpulan bakteri tersebut tidak hanya mengikis permukaan enamel gigi tetapi juga bisa menyerang gusi. Tumpukan karang gigi biasanya berada di sela - sela gigi atau pada tepi - tepi gusi. Oleh karena itu bakteri tersebut dapat merusak & menyebabkan terjadinya radang gusi seperti pembengkakan atau gusi berdarah. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena bisa menyebabkan terbentuknya pocket periodontal (pendalaman gusi) yang kemudian terinfeksi bakteri. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya periodontitis yakni rusaknya tulang penyangga gigi dan jaringan lunak yang menahan gigi. Hal ini dapat menyebabkan radang gusi hingga gigi tanggal. Beberapa penelitian menunjukkan ada hubungan antara bakteri pada radang gusi dengan penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.
  • Bau Mulut (Halitosis)
Menumpuknya plak dan karang gigi disebabkan oleh buruknya kebersihan rongga mulut mengakibatkan munculnya bau mulut hal ini  dikarenakan terdapat beragam bakteri disana.
Saat metabolisme, bakteri - bakteri tersebut akan menghasilkan senyawa beraroma tidak sedap seperti sulfur, senyawa inilah yang membuat mulut beraroma tidak sedap.

Cara Mengatasi Karang Gigi atau Dental Calculus
  • Rajin sikat gigi
Sikat gigi secara teratur dapat mengurangi risiko penumpukan plak gigi. Paling sedikit setiap pagi dan malam sebelum tidur. Pastikan menggosok gigi dengan baik dan benar (pastikan seluruh permukaan gigi tersikat dengan baik dan dengan gerakan lembut)
  • Gunakan benang gigi
Cara mengatasi plak gigi selanjutnya dengan menggunakan benang gigi (dental floss). Benang gigi dinilai lebih efektif untuk menghilangkan plak di sela-sela gigi atau pada gigi belakang yang sulit dijangkau.
  • Menggunakan obat kumur
Setelah menggosok gigi & flossing (membersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi atau dental floss) jika perlu bilas menggunakan obat kumur.
  • Mengurangi makanan & minuman manis
Terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis dan bertepung akan meningkatkan perkembangbiakan bakteri di rongga mulut.
  • Hindari atau kurangi merokok
Berdasarkan penelitian orang yang merokok atau menggunakan termbakau cenderung memiliki karang gigi lebih banyak.
  • Scaling
Scaling merupakan prosedur medis di kedokteran gigi untuk menghilangkan karang gigi secara efektif yang dilakukan oleh dokter gigi.
  • Rajin konsultasi ke dokter gigi 
Lakukan kontrol kesehatan gigi & mulut ke dokter gigi paling sedikit 6 bulan sekali, meskipun tidak dalam keadaan sedang sakit gigi. Kontrol rutin dapat membantu mencegah risiko penyakit gigi & mulut.

Sunday, 25 April 2021

Pembentukan Benih Gigi Susu & Permanen


Gigi geligi di rongga mulut mulai dibentuk sejak masa kehamilan dan saat gigi - gigi tersebut sudah waktunya tumbuh atau erupsi (muncul keluar dari gusi) gigi - gigi tersebut tinggal muncul dan menempati tempatnya masing - masing (lengkung rahang yang tersedia). Sehingga masa kehamilan memiliki peranan penting dalam menentukan kualitas gigi baik bentuk, ukuran, warna dan strukturnya. 


Gambaran secara radiografik/foto rontgen panoramik rahang anak pada periode gigi pergantian :
  • Huruf A (gambar gigi yang terdapat tulisan huruf A) merupakan gambaran gigi susu dan gigi permanen yang sudah erupsi (muncul/keluar) dari tulang alveol (tulang rahang)
  • Huruf B (gambar gigi yang terdapat tulisan huruf B) merupakan gambaran gigi permanen (B) yang masih berupa benih dan masih tertanam di dalam tulang rahang. 
                        
Ilustrasi gambaran gigi yang sudah erupsi (muncul di rahang) dan benih gigi yang masih tertanam didalam tulang rahang


Pembentukan Gigi Pada Masa Kehamilan
  • Gigi manusia terdiri dari 2 periode atau gigi manusia tumbuh 2 kali selama hidup
Pergantian gigi manusia terjadi dalam 2 periode. Gigi yang tumbuh 2 kali diawali dengan periode gigi susu yang mulai tumbuh pada usia 4 bulan sampai 3 tahun. Periode ke 2 yakni gigi dewasa yang akan menggantikan gigi susu nanti.

Gigi manusia terdiri dari 2 periode selama hidup ini disebut diphyodont. Berbeda dengan reptil, misalnya ular yang mengalami perkembangan gigi secara berantai atau polyphyodont.
  • Benih gigi (gigi susu & gigi permanen) terbentuk saat masa kehamilan
Pertumbuhan gigi susu berlangsung dalam jangka waktu yang panjang yaitu dimulai dari saat di dalam kandungan sampai pada bayi lahir ke dunia. Pertumbuhan gigi susu dimulai diakhir trimester pertama kehamilan atau pada saat awal memasuki trimester kedua.
  • Pentingnya zat gizi selama masa kehamilan
Selama masa kehamilan pertumbuhan benih - benih gigi yang menjadi cikal bakal gigi sudah mulai ditopang keberadaannya dengan gizi yang tepat. Asupan nutrisi ibu hamil yang kaya akan mineral (flouride) berkontribusi untuk pertumbuhan gigi yang sehat, kandungan flouride yang baik untuk pertumbuhan benih gigi selama masa kehamilan. Kandungan flouride yang masuk didepositkan ketulang rahang untuk kebutuhan benih - benih gigi kian banyak. Selain asupan nutrisi mineral/flouride juga diperlukan konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang lainnya terutama yang mengandung zat kapur, vitamin D, vitamin C dan vitamin A.


Sunday, 25 October 2020

Memanggil Id View atau mengInsialisasi View Pada Kotlin

View adalah komponen yang berfungsi menyajikan tampilan kepada user/pengguna. Contoh dari view antara lain Button, TextView, ImageView dan widget-widget yang lain.

Lalu bagaimana melakukan inisialisasi view atau memanggil id view pada bahasa pemrograman kotlin. Dalam contoh kali ini kita akan menginisialisasi view TextView & ImageView. 

1. Yang pertama kita desain layout kita yang berisi TextView dan Image View pada berkas layout XML:


2. Kita panggil/inisialisasi id dari view yang sudah kita buat pada layout XML kedalam class logika. 

  • Cara memanggil atau menginisalisasi id pada kotlin bisa dengan menggunakan casting View melalui findViewById


  • Selain dengan cara diatas kita bisa memanfaatkan Kotlin Extension, dengan menggunakan Kotlin Extension ini kita tidak perlu melakukan casting view menggunakan findBViewById karena id dapat langsung kita panggil. 


Untuk dapat mengunakan Kotlin Extension kita terlebih dahulu perlu menambahkan plugin berikut pada pada file gradle. Pada gradle Script ==> klik kanan==> pilih build.gradle (module: app) dan tambahkan kode berikut:  apply plugin: 'kotlin-android-extensions'




Sunday, 18 October 2020

Pentingnya Menjaga Gigi Susu atau Gigi Sulung Pada Anak

Pengertian Gigi Susu
Dalam perkembangannya pertumbuhan gigi manusia termasuk dalam difiodon (diphyodont) atau gigi yang mengalami pertumbuhan atau erupsi dua kali yaitu gigi susu dimana pertumbuhannya dimulai saat masih bayi atau anak - anak dan gigi permanen dimana pertumbuhan dimulai saat akan usia 6 tahun dan gigi ini yang akan terus dibawa hingga dewasa. 
Pada tulisan kali ini, akan dibahas mengenai gigi susu. Yups, gigi susu seringkali diabaikan kesehatannya oleh orang tua, masih banyak orang tua yang mengganggap gigi susu tidak terlalu penting karena nanti gigi susu ini sendiri akan tanggal atau lepas dan diganti oleh gigi permanen. Padahal gigi susu memiliki peran penting tidak hanya untuk persiapan sebelum gigi permanen tumbuh tetapi juga untuk kesehatan secara umum terutama untuk tumbuh kembang anak.
  • Gigi susu sendiri adalah gigi - gigi (kelompok gigi) yang tumbuh saat bayi atau anak - anak dan pada saat masanya nanti gigi susu ini akan tanggal dan berganti dengan gigi permanen.
  • Gigi susu berjumlah 20 buah, 10 buah di rahang atas dan 10 buah di rahang bawah yang pada masing - masing rahang terdiri dari 4 buah gigi seri, 2 buah gigi taring dan 4 buah gigi geraham
  • Gigi susu merupakan gigi sementara, periode pertumbuhan gigi ini dimulai di usia 6 bulan dan terus bertumbuh satu persatu hingga berjumlah 20 gigi dan fase pertumbuhan / erupsi ini biasanya hingga usia 33 bulan. Gigi susu akan bertahan didalam rongga mulut hingga nanti digantikan oleh gigi permanen yang tumbuh.
Mengapa gigi susu penting untuk dirawat dan dijaga dengan baik :
  1. Gigi susu memiliki fungsi yang salah satunya untuk mengunyah makanan, makanan merupakan salah satu sumber nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh kita. Pada anak-anak hal tersubut sangat dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang mereka. Bisa dibayangkan jika anak mengalami lubang pada giginya hingga menimbulkan rasa nyeri, sehingga anak tidak mau makan hal ini tentu akan mengganggu proses tumbuh kembang mereka.
  2. Rasa nyeri karena gigi berlubang tidak hanya mengganggu aktivitas makan mereka, namun juga akan mengganggu aktivitas bermain dan belajar mereka. Untuk diketahui aktivitas bermain untuk anak-anak merupakan salah satu stimulus untuk merangsang tumbuh kembang mereka.
  3. Gigi susu memiliki pengaruh terhadap susu gigi permanen nanti. Mengapa demikian karena gigi susu menjaga lengkung gigi sebelum gigi permanen tumbuh. sebagai contoh: Seorang anak yang kehilangan gigi susu (gigi susu lepas sebelum waktunya), maka akan ada space/ruang/rongak jika dibiarkan terlalu lama akan ada kecenderungan gigi-gigi sebelah dari rongak itu akan bergeser dan menempati ruang/rongak tersebut padahal rongak itu harusnya menjadi tempat bagi gigi permanen kelak yang akan tumbuh. Karena gigi susu tanggal prematur dan gigi permanen masih lama tumbuh sedangkan rongak sudah "terisi" oleh pergeseran gigi sebelah-sebelahnya maka pada saat waktunya gigi permanen tumbuh, gigi permanen tersebut tidak cukup tempat (menyebabkan gigi berdesakan/ tumbuh diluar lengkung/ gingsul) bahkan yang lebih ekstrim gigi permanen tersebut tidak erupsi/tumbuh(impaksi).
  4. Kapan waktu yang tepat gigi susu harus dicabut? idealnya gigi susu dicabut saat gigi permanen sudah mulai erupsi.


Wednesday, 7 October 2020

Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Tulisan ini, merupakan rangkuman tentang pelaporan insiden keselamatan pasien di FKTP dari  Live on Youtube Keselamatan Pasien di FKTP/link youtube yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dalam rangka memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia (World Patient Safety Day) yang jatuh setiap tanggal 17 September. Tulisan ini sendiri juga sebagai catatan pribadi bagi penulis agar lebih mudah membuka kembali saat dibutuhkan.

Mengapa pelaporan insiden penting ?
Karena pelaporan pelaporan akan menjadi proses pembelajaran untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali. 

Apa yang harus dilaporkan ?
  • Kejadian yang sudah terjadi
  • Kejadian yang nyaris terjadi
  • Kejadian yang potensial terjadi
Siapa yang membuat laporan insiden?
  • Siapa saja atau semua staf fasilitas kesehatan yang pertama menemukan kejadian atau insiden
  • Siapa saja atau semua staf yang terlibat dalam kejadian atau insiden
Membangun system pelaporan insiden
  • Kebijakan
  • Alur pelaporan
  • Formulir pelaporan
  • Prosedur pelaporan
  • Sosialisasi pada seluruh karyawan

Pasal 18 PMK 11 tahun 2017
  • (1) Setiap Insiden harus dilaporkan secara internal kepada tim Keselamatan Pasien dalam waktu paling lambat 2x24 (dua kali dua puluh empat) jam dengan menggunakan format laporan sebagaimana tercantum pada Formulir 1. 
  • (2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diverifikasi oleh tim Keselamatan Pasien untuk memastikan kebenaran adanya Insiden. 
  • (3) Setelah melakukan verifikasi laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), tim Keselamatan Pasien melakukan investigasi dalam bentuk wawancara dan pemeriksaan dokumen. 
  • (4) Berdasarkan hasil investigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3), tim Keselamatan Pasien menentukan derajat insiden (grading) dan melakukan Root Cause Analysis (RCA) dengan metode baku untuk menemukan akar masalah. 
  • (5) Tim keselamatan pasien harus memberikan rekomendasi keselamatan pasien kepada pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan hasil Root Cause Analysis (RCA) sebagaimana dimaksud pada ayat (4). 
  • (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai Root Cause Analysis (RCA) diatur dalam pedoman yang disusun oleh Komite Nasional Keselamatan Pasien.
Pasal 19 PMK 11 tahun 2017
  • (1) Fasilitas pelayanan kesehatan harus melakukan pelaporan Insiden, secara online atau tertulis kepada Komite Nasional Keselamatan Pasien sesuai dengan format laporan tercantum pada Formulir 2 dan Formulir 3 Peraturan Menteri ini. 
  • (2) Pelaporan Insiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan setelah dilakukan analisis, serta mendapatkan rekomendasi dan solusi dari tim Keselamatan Pasien fasilitas pelayanan kesehatan. 
  • (3) Pelaporan insiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk menurunkan insiden dan mengoreksi sistem dalam rangka meningkatkan Keselamatan Pasien dan tidak untuk menyalahkan orang (non blaming).
  • (4) Pelaporan insiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dijamin keamanannya, bersifat rahasia, anonim (tanpa identitas), dan tidak mudah diakses oleh orang yang tidak berhak. 
Pasal 20 PMK 11 tahun 2017

Setelah menerima pelaporan Insiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Komite Nasional Keselamatan Pasien melakukan pengkajian dan memberikan umpan balik (feedback) berupa rekomendasi Keselamatan Pasien dalam rangka mencegah berulangnya kejadian yang sama di fasilitas pelayanan kesehatan lain secara nasional.  

Pasal 21 PMK 11 tahun 2017

Setiap dokumen pelaporan dan analisis Insiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan Pasal 20 tidak diperuntukkan sebagai alat bukti hukum dalam proses peradilan. 

Alur pelaporan insiden
  • Apabila terjadi suatu insiden (KNC/KTD/KTC/KPC) di fasilitas pelayanan kesehatan, wajib segera ditindaklanjuti (dicegah/ditangani) untuk mengurangi dampak / akibat yang tidak diharapkan
  • Setelah ditindaklanjuti, segera buat laporan insiden dengan mengisi formulir laporan insiden pada akhir jam kerja/shift kepada atasan langsung (paling lambat 2x24 jam) 
  • Bentuk formulir 1 yang terdapat pada lampiran PMK No. 11 Tahun 2017




  • Berikut link artikel mengenai jenis-jenis insiden dan cara pengisian formulir laporan.  Insiden dan contoh pengisian formulir laporan insiden
  • Jangan menunda laporan
  • Setelah selesai mengisi laporan, segera serahkan kepada atasan langsung pelapor
  • Atasan langsung akan memeriksa laporan & melakukan grading risiko (menggunakan matriks grading risiko) terhadap insiden yang dilaporkan 


  • Hasil grading akan menentukan bentuk investigasi & analisa yang akan dilakukan (menggunakan matriks tindakan sesuai tingkat & band risiko)



  • Berikut link artikel cara melakukan grading dan menentukan Severity Assessment/Kajian Keparahan 
  • Setelah selesai melakukan investigasi sederhana, laporan hasil investigasi dan laporan insiden dilaporkan ke tim keselamatan pasien
  • Tim Keselamatan Pasien akan menganalisa kembali hasil investigasi & laporan insiden untuk menentukan apakah perlu dilakukan investigasi lanjutan (RCA) dengan melakukan regrading
  • Untuk grade kuning/merah, tim keselamatan pasien akan melakukan analisis akar masalah / Root Cause Analysis (RCA). Berikut tulisan mengenai Prosedur Melakukan RCA 
  • Setelah melakukan RCA, tim keselamatan pasien akan membuat laporan & rekomendasi untuk perbaikan serta "pembelajaran" berupa : petunjuk / "safety alert" untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali
  • Hasil RCA, rekomendasi & rencana kerja dilaporkan kepada kepala fasyankes
  • Rekomendasi untuk "perbaikan dan pembelajaran" diberikan umpan balik kepada unit kerja terkait serta sosialisasi kepada seluruh unit di fasyankes
  • Unit kerja membuat analisa dan trend kejadian disatuan kerjanya masing-masing
  • Monitoring & evaluasi perbaikan oleh tim keselamatan pasien 


Tuesday, 5 May 2020

Masker Untuk Semua, Bersama melawan COVID 19, Mengenal Jenis - Jenis Masker

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah merekomendasikan masyarakat agar menggunakan masker saat berada di tempat umum. Hal ini menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona SARS - CoV 2 atau Covid - 19. Seiring rekomendasi WHO tersebut pemerintah Indonesia turut meminta masyarakat (baik yang sehat maupun yang sakit) untu menggunakan masker saat di ruang publik.
Kelangkaan masker bedah yang seharusnya menjadi salah satu APD (alat perlindungan diri) bagi tenaga kesehatan sudah terjadi sejak awal pandemi masuk ke Indonesia bahkan sebelum ada rekomendasi baik dari WHO maupun dari pemerintah Indonesia agar masyarakat mengenakan masker saat berada di ruang publik. Maka dari itu pemerintah menghimbau untuk masyarakat menggunakan masker kain dan masker bedah diperuntukan bagi tenaga medis. 

Berikut kita membahas tentang beberapa jenis masker yang sering disebut selama masa pandemi Covid - 19 ini.


Masker Kain




Masker kain yang saat ini disarankan oleh pemerintah untuk dipergunakan bagi masyarakat umum saat berada di ruang publik. Bisa digunakan masyarakat yang sehat ketika berada ditempat umum. Namun masker ini tidak bisa sepenuhnya memproteksi semua partikel termasuk droplet dan airborne. 40% - 90% partikel kecil dapat menembus masker jenis kain. Artinya masker kain melindungi droplet partikel besar, bukan yang kecil.
  • Penggunaan masker kain disarankan terdiri dari 3 lapis
  • Penggunaan masker kain disarankan tidak melebihi 4 jam
  • Masker dicuci menggunakan sabun dan air
  • Masker harus benar - benar bersih sebelum dipakai kembali
Masker Bedah



Masker bedah atau surgical mask merupakan jenis masker sekali pakai yang mudah dijumpai dan sering digunakan oleh tenaga medis saat bertugas. Masker bedah terdiri dari 3 lapisan yang memiliki fungsi berbeda, yaitu :
  • Lapisan luar yang anti air
  • Lapisan tengah yang berfungsi sebagai filter kuman
  • Lapisan dalam yang berguna untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut
Masker bedah bisa digunakan masyakat kalau mengalami flu, influenza, batuk, nyeri tenggorokan atau dipakai tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Masker bedah ini melindungi droplet tetapi tidak bisa dipakai melindungi partikel aerosol dan airborne. Efektivitas memfiltrasi 30% hingga 95% pertikel berukuran 0,1 mikron. Masker ini memiliki resiko kebocoran kiri dan kanan sisi masker karena tidak sempurna menutupi wajah dan hanya bisa digunakan sekali pakai.

Masker N95




Digunakan tenaga medis, masker ini melindungi 95% terpapar partikel hingga ukuran 0,1 mikron lewat droplet, aerosol dan airborne tidak ada kebocoran jika dilakukan dengan baik. Jika terjadi kelangkaan, masker N95 bisa dipakai berulang, tetapi dengan cara khusus yaitu setelah dipakai kemudian dijemur dibawah sinar matahari selama 3 - 4 hari sehingga virus bisa mati.

Thursday, 26 March 2020

COVID 19, Corona Virus Disease - 19, Social Distancing, Membatasi Interaksi Sosial

Pandemi menurut KBBI adalah wabah yang berjangkit serempak dimana - mana atau meliputi geografi yang luas. WHO mendefinisikan pandemi sebagai situasi ketika populasi seluruh dunia memiliki kemungkinan untuk terkena infeksi ini

Virus corona atau SARS - Cov-2 adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Virus ini masuk kelompok influenza dan virus ini masuk keluarga penyebab penyakit (patogen) yang sama dengan SARS-Cov pada 2002 dan MERS - Cov di 2012. Penyakit yang disebabkan oleh virus corona SARS - Cov - 2 disebut COVID - 19 (Corona Virus Disease - 19).

COVID - 19 bersifat self limiting disease artinya bisa sembuh dengan sendirinya karena tubuh akan membentuk kekebalan tubuh untuk melawan virus yang menyerang tubuh. Tubuh memiliki mekanisme tersendiri dalam menghadapi infeksi virus yang masuk ke dalam tubuh kita. Jika kondisi tubuh bagus maka tubuh akan membuat antibodi untuk melawan infeksi virus tersebut maka infeksi virus Covid - 19 ini akan hilang dan tubuh kembali sehat. Tetapi jika kondisi tubuh sedang dalam kondisi tidak baik atau memang penderita tersebut masuk kelompok rentan (orang tua, anak - anak, orang dengan penyakit penyerta seperti cancer, diabetes, jantung dsb) jika tidak segera ditangani dengan baik maka virus dapat menginfeksi saluran nafas bagian bawah yakni paru - paru yang menyebabkan pnemonia dan hal ini bisa berakibat fatal.

Pada penanganan penyakit dengan self limiting disease yang dikelola adalah gejala - gejalanya seperti demam, sesak nafas. Berdasarkan Covid - 19 gejala klinis awal yang terlihat ketika virus menginfeksi tubuh adalah demam, batuk dan pilek. Saat gejala awal tersebut muncul, tindakan penanganan untuk mengatasi gejala harus segera dilakukan agar infeksi tidak meluas ke bagian tubuh lain (menginfeksi saluran pernafasan bagian bawah yaitu paru  - paru).

Belakangan ini pasti kita sering dengar dengan istilah social distancing. Social distancing sendiri diberlakukan sejak WHO menetapkan Covid - 19 sebagai pandemi.
Apa itu social distancing ?
  1. Secara bahasa Social distancing berarti penjarakan sosial, kata dasar 'jarak' secara sederhana yaitu menjaga jarak sosial dengan mengurangi aktivitas diluar rumah
  2. Social distancing adalah sebuah gerakan dari membatasi interaksi sosial dan juga kegiatan diluar rumah yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi peluang penularan penyakit secara luas
Mengapa harus melakukan social distancing karena penularan Covid - 19 terjadi antara orang perorang. Bisa jadi saat terinfeksi orang tersebut tidak atau belum menunjukkan gejala sakit tetapi orang tersebut berpotensi menulari orang lain disekitarnya dan hal ini akan menjadi sesuatu yang fatal jika kita menulari kelompok rentan (orang tua yang sudah lanjut usia, orang - orang yang memang sudah memiliki penyakit bawaan sebelumnya seperti diabetes melitus, cander, penyakit jantung dsb) karena bisa berakibat fatal. 

Bagaimana cara melakukan social distancing :
  • Menjaga jarak  dengan orang disekitar saat berada di keramaian (minimal 1 meter)
  • Mengurangi perjumpaan fisik
  • Menghindari kontak fisik
  • Menghindari tempat - tempat berkumpulnya orang banyak
  • Tidak bepergian ke luar kota atau pulang kampung
  • Sebisa mungkin tetap berada didalam rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak untuk keluar rumah

INDIKATOR MUTU PUSKESMAS (INM, IMPP, IMPEL)

  ·          Indikator mutu adalah tolok ukur yang digunakan untuk menilai keberhasilan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kese...