Friday, 19 May 2023
ABSES GIGI PADA ANAK
Tuesday, 19 April 2022
MUCOCELE ATAU MUKOSEL RONGGA MULUT
Apa itu mucocele?
Mucocele adalah benjolan di bibir bagian dalam, yang sewarna
dengan lapisan kulit bibir bagian dalam atau bisa juga berwarna merah kebiruan.
Benjolan di bibir yang disebabkan oleh mucocele, memiliki konsistensi lunak
karena dalamnya berisi cairan.
Kondisi ini bisa muncul karena tersumbatnya kelenjar air liur di mulut. Pada kondisi normal, air liur akan mengalir dari kelenjar air liur menuju ke rongga mulut, melalui saluran kecil yang dinamakan ductus. Apabila saluran ini mengalami sumbatan atau kerusakan, lama kelamaan air liur akan menumpuk di satu area, sehingga menimbulkan benjolan.
Mucocele umumnya muncul di bibir bagian bawah. Namun sebenarnya, benjolan ini bisa muncul di semua area rongga mulut. Mucocele umumnya terlihat seperti pembengkakan berbentuk kubah, berwarna kebiruan, translusen, menonjol, tidak terasa sakit, dan berdiameter <1 cm. Lesi atau benjolan mudah pecah serta mengeluarkan aliran mukous yang asin dan encer, dan sering timbul kembali.
Ada beberapa hal yang bisa memicu kerusakan atau penyumbatan
pada saluran air liur, di antaranya :
- Kebiasaan menggigit atau mengisap bibir bawah
- Cedera atau trauma yang dialami rongga mulut, seperti terbentur bola basket atau kecelakaan
- Pemasangan anting yang tajam atau tindik di bibir
- Ada bagian gigi yang tajam dan terus menusuk – nusuk bibir maupun pipi bagian dalam
Benjolan di bibir ini
meskipun tidak menimbulkan rasa nyeri tetapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman
dan mococele bukanlah kondisi yang berbahaya. Untuk penanganan bila mucocele tidak terasa sakit dan kecil, cukup diobservasi saja, bila sebaliknya bisa dilakukan cryosurgery atau eksisi.
Thursday, 19 August 2021
Mengenal Vaksin COVID - 19 Moderna
Vaksin adalah sediaan biologis yang bila diberikan kepada seseorang akan meningkatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin biasanya berisi antigen berupa mikroorganisme yang dilemahkan atau sudah mati, masih utuh atau sebagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lain.
Vaksin digunakan dalam proses imunisasi dengan cara bekerja merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali bahan tersebut sebagai benda asing, kemudian vaksin tersebut dihancurkan oleh tubuh dan tubuh kemudian akan memiliki ingatan itu sehingga sistem kekebalan tubuh lebih mudah dapat mengenali dan menghancurkan mikroorganisme sejenis ini jika suatu saat masuk ke tubuh.
Mengenal Vaksin Moderna sebagai vaksin Covid - 19 yang saat ini telah mulai dipakai di Indonesia setelah sebelumnya dan saat ini juga masih tetap digunakan yaitu sinovac, Bio Farma, Astra Zeneca dan Sinopharm.
Selain diperuntukan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan, vaksin moderna juga diberikan kepada masyarakat umum. Berbeda pemberian untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan yang digunakan sebagai vaksin booster, untuk masyarakat umum vaksin moderna digunakan sebagai vaksin dosis 1 dan dosis 2.
Vaksin Moderna merupakan Vaksin Moderna adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS - CoV- 2 atau Covid - 19. Vaksin moderna merupakan jenis vaksin mRNA (messenger RNA). Vaksin ini tidak menggunakan virus yang dilemahkan atau dimatikan, melainkan menggunakan komponen materi genetik yang membuat sistem kekebalan tubuh memproduksi spike protein.
Bagaimana Cara Kerja Vaksin Moderna
Ketika tubuh mendapatkan vaksin Moderna (Vaksin mRNA), maka mRNA ditangkap oleh sel imun yang kemudian akan mengarahkan sel imun tersebut untuk memproduksi protein lonjakan. Protein ini merupakan protein yang menyusun bagian dari permukaan virus corona. Selanjutnya, setelah sel imunitas tubuh mengenal komponen tersebut, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan antibodi yang spesifik untuk melawan virus corona.
Mengenai Keamanan & Kehalalan Vaksin Moderna
- Vaksin Covid - 19 Moderna sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) RI
- Menurut Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) dan MUI, vaksin Moderna aman dan suci untuk digunakan oleh masyarakat Indonesia.
- Rasa Nyeri (92%)
- Bengkak (14.7%)
- Pembesaran Kelenjar (19.8%)
- Kemerahan (10%)
- Kelelahan (70.8%)
- Sakit Kepala (64.7%)
- Nyeri Otot (61.5%)
- Nyeri Sendi (46.4%)
- Menggigil (45.4%)
- Mual dan muntah (23%)
- Demam (14.5%)
Monday, 16 August 2021
Mengenal Vaksin Moderna Sebagai Vaksin Pilihan Utana Untuk Booster Tenaga Kesehatan
Vaksin booster merupakan vaksin dosis tambahan yang bertujuan memberikan perlindungan ekstra terhadap penyakit karena efek dari beberapa vaksin yang dapat menurun seiring waktu. Pemberian vaksin booster akan membantu sistem kekebalan mengingat virus penyebab penyakit. Jika tubuh kembali terpapar virus tersebut, antibodi dapat mengenali dan membunuhnya sebelum menyebabkan kerusakan.
Vaksin booster Covid 19 di Indonesia saat ini yaitu berupa vaksin tambahan (vaksin dosis ke 3) yang diberikan setelah mendapatkan vaksinasi Covid 19 secara lengkap (vaksin dosis pertama & kedua).
Syarat lain untuk mendapatkan vaksin booster atau vaksin dosis ke 3 ini yaitu jarak antara vaksin dosis ke 2 dengan ke 3 minimal 3 bulan dan calon penerima dosis booster dalam 3 bulan terakhir belum pernah terkonfirmasi Covid 19.
Untuk vaksinasi dosis ke 3 atau dosis booster di Indonesia saat ini masih diperuntukan bagi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Diharapkan dengan vaksin booster ini tenaga kesehatan bisa memberikan perlindungan yang optimal sehinga tetap bisa memberikan pelayanan kesehatan dengan baik di tengah pandemi Covid 19.
Mengapa saat ini vaksin booster masih diperuntukan hanya bagi tenaga kesehatan karena tenaga kesehatan dianggap sebagai kelompk paling rentan selama pandemi.
Vaksin booster untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan menggunakan vaksin Moderna (vaksin mRNA). Bagi yang memiliki alergi & tidak boleh mendapatkan vaksin mRNA, bisa menggunakan vaksin yang sama dengan dosis pertama & kedua sebagai booster.
Mengenal Apa itu Vaksin Moderna
Vaksin Moderna adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS - CoV- 2 atau Covid - 19. Vaksin moderna merupakan jenis vaksin mRNA (messenger RNA). Vaksin ini tidak menggunakan virus yang dilemahkan atau dimatikan, melainkan menggunakan komponen materi genetik yang membuat sistem kekebalan tubuh memproduksi spike protein.
Bagaimana Cara Kerja Vaksin Moderna
Ketika tubuh mendapatkan vaksin Moderna (Vaksin mRNA), maka mRNA ditangkap oleh sel imun yang kemudian akan mengarahkan sel imun tersebut untuk memproduksi protein lonjakan. Protein ini merupakan protein yang menyusun bagian dari permukaan virus corona. Selanjutnya, setelah sel imunitas tubuh mengenal komponen tersebut, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan antibodi yang spesifik untuk melawan virus corona.
Mengenai Keamanan & Kehalalan Vaksin Moderna
- Vaksin Covid - 19 Moderna sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) RI
- Menurut Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) dan MUI, vaksin Moderna aman dan suci untuk digunakan oleh masyarakat Indonesia.
- Rasa Nyeri (92%)
- Bengkak (14.7%)
- Pembesaran Kelenjar (19.8%)
- Kemerahan (10%)
- Kelelahan (70.8%)
- Sakit Kepala (64.7%)
- Nyeri Otot (61.5%)
- Nyeri Sendi (46.4%)
- Menggigil (45.4%)
- Mual dan muntah (23%)
- Demam (14.5%)
Wednesday, 28 April 2021
Karang gigi atau dental calculus adalah plak yang telah mengeras karena mengalami kalsifikasi di permukaan gigi.
Plak sendiri merupakan lapisan tipis dan lengket yang terbuat dari kumpulan bakteri, kotoran dan sisa-sisa makanan. Lapisan ini terbentuk secara alami pada permukaan gigi secara terus - menerus.
Proses terbentuk karang gigi
Proses terbentuknya karang gigi dimulai dari adanya plak gigi, tekstur plak sangat lengket yang tidak bisa hilang dengan semprotan air bahkan terus menebal jika tidak segera dibersihkan dengan menyikat gigi atau dengan flossing (membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi) dan lama kelamaan plak tersebut akan terkalsifikasi (berikatan dengan kalsium) sehingga mengeras dan menjadi karang gigi. Karang gigi menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar dan menjadi tempat menempelnya plak kembali sehingga lama kelamaan semakin mengendap, terkalsifikasi kembali dan berlangsung terus menerus sehingga karang gigi semakin tebal.
Penyebab karang gigi
- Kebersihan gigi & mulut yang kurang terjaga
- Kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman yang banyak mengandung gula seperti permen, susu, minuman kemasan, minuman soda, kue.
- Kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol
- Memiliki kondisi mulut kering misalnya akibat efek samping obat - obatan, penyakit autoimun atau gangguan tiroid
- Bertambahnya usia
- Menggunakan kawat gigi
- mempunyai kondisi gigi yang crowded / berdesakan / gingsul
- Jarang minum air putih
- Gigi Berlubang
- Radang Gusi (Gingivitis)
- Bau Mulut (Halitosis)
- Rajin sikat gigi
- Gunakan benang gigi
- Menggunakan obat kumur
- Mengurangi makanan & minuman manis
- Hindari atau kurangi merokok
- Scaling
- Rajin konsultasi ke dokter gigi
Sunday, 25 April 2021
Pembentukan Benih Gigi Susu & Permanen
- Huruf A (gambar gigi yang terdapat tulisan huruf A) merupakan gambaran gigi susu dan gigi permanen yang sudah erupsi (muncul/keluar) dari tulang alveol (tulang rahang)
- Huruf B (gambar gigi yang terdapat tulisan huruf B) merupakan gambaran gigi permanen (B) yang masih berupa benih dan masih tertanam di dalam tulang rahang.
- Gigi manusia terdiri dari 2 periode atau gigi manusia tumbuh 2 kali selama hidup
- Benih gigi (gigi susu & gigi permanen) terbentuk saat masa kehamilan
- Pentingnya zat gizi selama masa kehamilan
Sunday, 25 October 2020
Memanggil Id View atau mengInsialisasi View Pada Kotlin
View adalah komponen yang berfungsi menyajikan tampilan kepada user/pengguna. Contoh dari view antara lain Button, TextView, ImageView dan widget-widget yang lain.
Lalu bagaimana melakukan inisialisasi view atau memanggil id view pada bahasa pemrograman kotlin. Dalam contoh kali ini kita akan menginisialisasi view TextView & ImageView.
1. Yang pertama kita desain layout kita yang berisi TextView dan Image View pada berkas layout XML:
2. Kita panggil/inisialisasi id dari view yang sudah kita buat pada layout XML kedalam class logika.
- Cara memanggil atau menginisalisasi id pada kotlin bisa dengan menggunakan casting View melalui findViewById
- Selain dengan cara diatas kita bisa memanfaatkan Kotlin Extension, dengan menggunakan Kotlin Extension ini kita tidak perlu melakukan casting view menggunakan findBViewById karena id dapat langsung kita panggil.
Untuk dapat mengunakan Kotlin Extension kita terlebih dahulu perlu menambahkan plugin berikut pada pada file gradle. Pada gradle Script ==> klik kanan==> pilih build.gradle (module: app) dan tambahkan kode berikut: apply plugin: 'kotlin-android-extensions'
Sunday, 18 October 2020
Pentingnya Menjaga Gigi Susu atau Gigi Sulung Pada Anak
Dalam perkembangannya pertumbuhan gigi manusia termasuk dalam difiodon (diphyodont) atau gigi yang mengalami pertumbuhan atau erupsi dua kali yaitu gigi susu dimana pertumbuhannya dimulai saat masih bayi atau anak - anak dan gigi permanen dimana pertumbuhan dimulai saat akan usia 6 tahun dan gigi ini yang akan terus dibawa hingga dewasa.
- Gigi susu sendiri adalah gigi - gigi (kelompok gigi) yang tumbuh saat bayi atau anak - anak dan pada saat masanya nanti gigi susu ini akan tanggal dan berganti dengan gigi permanen.
- Gigi susu berjumlah 20 buah, 10 buah di rahang atas dan 10 buah di rahang bawah yang pada masing - masing rahang terdiri dari 4 buah gigi seri, 2 buah gigi taring dan 4 buah gigi geraham
- Gigi susu merupakan gigi sementara, periode pertumbuhan gigi ini dimulai di usia 6 bulan dan terus bertumbuh satu persatu hingga berjumlah 20 gigi dan fase pertumbuhan / erupsi ini biasanya hingga usia 33 bulan. Gigi susu akan bertahan didalam rongga mulut hingga nanti digantikan oleh gigi permanen yang tumbuh.
- Gigi susu memiliki fungsi yang salah satunya untuk mengunyah makanan, makanan merupakan salah satu sumber nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh kita. Pada anak-anak hal tersubut sangat dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang mereka. Bisa dibayangkan jika anak mengalami lubang pada giginya hingga menimbulkan rasa nyeri, sehingga anak tidak mau makan hal ini tentu akan mengganggu proses tumbuh kembang mereka.
- Rasa nyeri karena gigi berlubang tidak hanya mengganggu aktivitas makan mereka, namun juga akan mengganggu aktivitas bermain dan belajar mereka. Untuk diketahui aktivitas bermain untuk anak-anak merupakan salah satu stimulus untuk merangsang tumbuh kembang mereka.
- Gigi susu memiliki pengaruh terhadap susu gigi permanen nanti. Mengapa demikian karena gigi susu menjaga lengkung gigi sebelum gigi permanen tumbuh. sebagai contoh: Seorang anak yang kehilangan gigi susu (gigi susu lepas sebelum waktunya), maka akan ada space/ruang/rongak jika dibiarkan terlalu lama akan ada kecenderungan gigi-gigi sebelah dari rongak itu akan bergeser dan menempati ruang/rongak tersebut padahal rongak itu harusnya menjadi tempat bagi gigi permanen kelak yang akan tumbuh. Karena gigi susu tanggal prematur dan gigi permanen masih lama tumbuh sedangkan rongak sudah "terisi" oleh pergeseran gigi sebelah-sebelahnya maka pada saat waktunya gigi permanen tumbuh, gigi permanen tersebut tidak cukup tempat (menyebabkan gigi berdesakan/ tumbuh diluar lengkung/ gingsul) bahkan yang lebih ekstrim gigi permanen tersebut tidak erupsi/tumbuh(impaksi).
- Kapan waktu yang tepat gigi susu harus dicabut? idealnya gigi susu dicabut saat gigi permanen sudah mulai erupsi.
Wednesday, 7 October 2020
Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
Mengapa pelaporan insiden penting ?
Karena pelaporan pelaporan akan menjadi proses pembelajaran untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali.
- Kejadian yang sudah terjadi
- Kejadian yang nyaris terjadi
- Kejadian yang potensial terjadi
- Siapa saja atau semua staf fasilitas kesehatan yang pertama menemukan kejadian atau insiden
- Siapa saja atau semua staf yang terlibat dalam kejadian atau insiden
- Kebijakan
- Alur pelaporan
- Formulir pelaporan
- Prosedur pelaporan
- Sosialisasi pada seluruh karyawan
- (1) Setiap Insiden harus dilaporkan secara internal kepada tim Keselamatan Pasien dalam waktu paling lambat 2x24 (dua kali dua puluh empat) jam dengan menggunakan format laporan sebagaimana tercantum pada Formulir 1.
- (2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diverifikasi oleh tim Keselamatan Pasien untuk memastikan kebenaran adanya Insiden.
- (3) Setelah melakukan verifikasi laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), tim Keselamatan Pasien melakukan investigasi dalam bentuk wawancara dan pemeriksaan dokumen.
- (4) Berdasarkan hasil investigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3), tim Keselamatan Pasien menentukan derajat insiden (grading) dan melakukan Root Cause Analysis (RCA) dengan metode baku untuk menemukan akar masalah.
- (5) Tim keselamatan pasien harus memberikan rekomendasi keselamatan pasien kepada pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan hasil Root Cause Analysis (RCA) sebagaimana dimaksud pada ayat (4).
- (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai Root Cause Analysis (RCA) diatur dalam pedoman yang disusun oleh Komite Nasional Keselamatan Pasien.
- (1) Fasilitas pelayanan kesehatan harus melakukan pelaporan Insiden, secara online atau tertulis kepada Komite Nasional Keselamatan Pasien sesuai dengan format laporan tercantum pada Formulir 2 dan Formulir 3 Peraturan Menteri ini.
- (2) Pelaporan Insiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan setelah dilakukan analisis, serta mendapatkan rekomendasi dan solusi dari tim Keselamatan Pasien fasilitas pelayanan kesehatan.
- (3) Pelaporan insiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk menurunkan insiden dan mengoreksi sistem dalam rangka meningkatkan Keselamatan Pasien dan tidak untuk menyalahkan orang (non blaming).
- (4) Pelaporan insiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dijamin keamanannya, bersifat rahasia, anonim (tanpa identitas), dan tidak mudah diakses oleh orang yang tidak berhak.
- Apabila terjadi suatu insiden (KNC/KTD/KTC/KPC) di fasilitas pelayanan kesehatan, wajib segera ditindaklanjuti (dicegah/ditangani) untuk mengurangi dampak / akibat yang tidak diharapkan
- Setelah ditindaklanjuti, segera buat laporan insiden dengan mengisi formulir laporan insiden pada akhir jam kerja/shift kepada atasan langsung (paling lambat 2x24 jam)
- Bentuk formulir 1 yang terdapat pada lampiran PMK No. 11 Tahun 2017
- Berikut link artikel mengenai jenis-jenis insiden dan cara pengisian formulir laporan. Insiden dan contoh pengisian formulir laporan insiden
- Jangan menunda laporan
- Setelah selesai mengisi laporan, segera serahkan kepada atasan langsung pelapor
- Atasan langsung akan memeriksa laporan & melakukan grading risiko (menggunakan matriks grading risiko) terhadap insiden yang dilaporkan
- Hasil grading akan menentukan bentuk investigasi & analisa yang akan dilakukan (menggunakan matriks tindakan sesuai tingkat & band risiko)
- Berikut link artikel cara melakukan grading dan menentukan Severity Assessment/Kajian Keparahan
- Setelah selesai melakukan investigasi sederhana, laporan hasil investigasi dan laporan insiden dilaporkan ke tim keselamatan pasien
- Tim Keselamatan Pasien akan menganalisa kembali hasil investigasi & laporan insiden untuk menentukan apakah perlu dilakukan investigasi lanjutan (RCA) dengan melakukan regrading
- Untuk grade kuning/merah, tim keselamatan pasien akan melakukan analisis akar masalah / Root Cause Analysis (RCA). Berikut tulisan mengenai Prosedur Melakukan RCA
- Setelah melakukan RCA, tim keselamatan pasien akan membuat laporan & rekomendasi untuk perbaikan serta "pembelajaran" berupa : petunjuk / "safety alert" untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali
- Hasil RCA, rekomendasi & rencana kerja dilaporkan kepada kepala fasyankes
- Rekomendasi untuk "perbaikan dan pembelajaran" diberikan umpan balik kepada unit kerja terkait serta sosialisasi kepada seluruh unit di fasyankes
- Unit kerja membuat analisa dan trend kejadian disatuan kerjanya masing-masing
- Monitoring & evaluasi perbaikan oleh tim keselamatan pasien
Tuesday, 5 May 2020
Masker Untuk Semua, Bersama melawan COVID 19, Mengenal Jenis - Jenis Masker
- Penggunaan masker kain disarankan terdiri dari 3 lapis
- Penggunaan masker kain disarankan tidak melebihi 4 jam
- Masker dicuci menggunakan sabun dan air
- Masker harus benar - benar bersih sebelum dipakai kembali
- Lapisan luar yang anti air
- Lapisan tengah yang berfungsi sebagai filter kuman
- Lapisan dalam yang berguna untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut
INDIKATOR MUTU PUSKESMAS (INM, IMPP, IMPEL)
· Indikator mutu adalah tolok ukur yang digunakan untuk menilai keberhasilan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kese...
-
SEVERITY ASSESSMENT / KAJIAN KEPARAHAN ü Instrument Manajemen Risiko · Severity Assessment · Root Cause Analys...
-
Penentuan Area Prioritas Dalam Fasilitas Kesehatan (Puskesmas) Penentuan area prioritas (upaya perbaikan mutu layanan klinis yang perlu...
-
FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNIT LAYANAN LABORATORIUM Gambar Alur Proses (SOP) Yang Akan di Analisis: Identifi...




















